DepokBagus.com
Ragam Depok

13 Faktor Perceraian di Kota Depok, Mulai dari Zina hingga Kawin Paksa

DEPOK – Kasus perceraian di Kota Depok, tiap tahun terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Kelas 1A Depok, sejak Januari hingga September 2019, jumlah kasus perceraian di Kota Depok mencapai 2.261 kasus. Paling tinggi terjad di bulan Februari dan Maret yang mencapai 304 dan 305 kasus perceraian.

Humas Pengadilan Agama Kelas 1A Depok, Dindin Syarief mengungkapan pada Januari 2019 terdapat 292 kasus perceraian, Februari 304, Maret 305, April 270, Mei 270, Juni 47, Juli 131, Agustus 291, dan September 351.

Menurutnya, setidaknya ada 13 faktor yang menyebabkan tingginya perceraian di Kota Depok. Mulai dari zina, mabuk, madat, judi, meninggalkan salah satu pihak, dihukum penjara, poligami, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), cacat badan, kekerasan dan pertengkaran terus menerus, kawin paksa, murtad, dan faktor ekonomi.

“Paling dominan (perceraian) disebabkan kasus perselisihan dan pertengkaran terus menerus,” ujar Dindin saat ditemui di Pengadilan Agama Kelas 1A Depok,Jumat (11/10/2019).

Dindin memprediksi angka perceraian di tahun 2019 akan terus meningkat bahkan akan melampaui angka perceraian pasutri di 2018 yang hanya mencapai 3.565 kasus.

“Inikan data masih sampai September, kita akan rekap dibulan Desember secara menyeluruh, saya yakin angka ini akan terus bertambah,” ujarnya.

Related posts