DepokBagus.com
Ragam Depok

Gema-SBK Duga Aset First Travel Dikorupsi Kepolisian dan Jaksa

DEPOKBAGUS.COM, Kasus penipuan perjalanan umrah dan kasus pencucian uang dari duit setoran jemaah umrah oleh First Travel telah menjadi persoalan yang paling banyak dibahas dikalangan masyarakat.

Dalam perjalanannya, kasus tersebut jarang dibahas lagi pasca Bareskrim Polri menetapkan direktur utama dan direktur First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan sebagai tersangka pada 9 Agustus 2017.

Namun kasus tersebut kembali mencuat dan sekaligus membuat bingung soal hilangnya sebagian aset First Travel dari Rp 905 miliar menjadi Rp 25 miliar artinya aset First Travel yang lenyap sebesar Rp 880 miliar.

“Dimanakah sisa aset First Travel Rp 880 miliar tersebut, disimpan oleh kepolisian dan kejaksaan, karena menurut Kepala Biro Humas Mahkamah Agung Abdullah mengatakan bahwa yang mengurusi barang buktinya adalah kepolisian dan kejaksaan,” kata Rajul Korlap Gerakan Mahasiswa Sapu Bersih Koruptor (GEMA-SBK) saat melakukan orasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (2/12/19).

Lebih lanjut Rajul menyampaikan, pihaknya menduga bahwa aset First Travel senilai Rp 880 miliar yang lenyap tersebut telah dikorupsi oleh kepolisian dan kejaksaan yang mengurus atau yang memegang barang bukti.

“Karena menurut kami tidak mungkin aset First Travel tersebut hilang atau lenyap begitu saja tanpa ada kerjasama atau kongkalingkong dengan pemegang barang bukti,” katanya.

Dikatakan Rajul, dugaannya semakin kuat ketika Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Jawa Barat, Yudi Triada yang menganjurkan para jemaah untuk mengikhlaskan uangnya untuk diambil atau dirampas negara.

“Pernyataan kepala Kejari Depok tersebut membuat kami bertanya-tanya, Sejak kapan jaksa bersikap sebagai pemberi fatwa bukankah jaksa itu tugasnya hanya bicara atas nama hukum dan keadilan?,” tegasnya.

Menutup orasi, Rajul menyampaikan beberapa tuntutan:

  1. Meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memeriksa kepolisian, penyidik dan Kepala Kejaksaan Negeri Depok Yudi Triadi terkait hilang atau lenyapnya aset First Travel sebesar Rp 880 miliar yang mereka sita waktu itu.
  2. Meminta kepada Jaksa Agung untuk segera mencopot Yudi Triadi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Depok karena diduga lalai dalam menjaga aset First Travel yang disitanya.
  3. Meminta kepada Jaksa Agung untuk segera mencopot Yudi Triadi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Depok karena kami menilai Yudi Triadi tidak mampu menegakan hukum seadil-adilnya hal itu tercermin dari pernyataannya yang menganjurkan para jemaah untuk mengikhlaskan uangnya untuk diambil atau dirampas negara, pernyataan itu sangat melukai hati para korban First Travel.
  4. Kami mendesak Yudi Triadi untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada korban First Travel melalui stasiun tv nasional.
  5. Meminta kepada presiden Jokowi untuk segera memerintahkan Mahkamah Agung agar segera mengembalikan aset First Travel yang disita itu kepada para korban First Travel.[]

Related posts