DepokBagus.com
Politik

Misbakhun Heran SPT Jadi Pengukur Tingkat Kepatuhan Pajak

[ad_1]

AKURAT.CO, Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Mukhamad Misbakhun mengaku heran saat Direktur Jenderal Pajak (DJP) menyampaikan bahwa tingkat kepatuhan pajak di Indonesia rendah dan dilihat hanya melalui Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak. 

Hal itu dikatakannya ketika menjadi pembicara dalam Diskusi Panel “Kuasa Wajib Pajak” di Universitas Indonesia, Depok, Rabu (6/3/2019).

“Saya sampai sekarang terheran-heran ada Dirjen Pajak menyampaikan bahwa tingkat kepatuhan membayar pajak Indonesia rendah. Kalau menurut saya salah diukur melalui SPT,” katanya.

baca juga:

Menurutnya, seluruh masyarakat Indonesia membayar pajak bahkan sejak lahir. Bukan hanya pajak yang dikenakan atas penghasilan atau PPh, tetapi juga Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yakni pajak yang dikenakan pada transaksi atas barang dan jasa kena pajak di Indonesia.

“Di Indonesia itu hanya orang yang hidup di hutan yang enggak pernah bayar pajak. Semua orang Indonesia bayar pajak. Bayi lahir juga bayar pajak ketika ibunya membeli pampers,” lanjutnya.

Legislator Golkar ini juga menilai, jika kepatuhan pajak dari SPT kurang tepat. Sebab SPT hanya sebuah sistem administrasi.

Bahkan secara tegas, Misbakhun menilai bukan hanya Ditjennya yang keliru, Menteri Keuangan pun dinilai telah keliru.

“Dan Menteri Keuangan mengaminkan pendapat seperti ini. Ini Dirjen Pajak loh, enggak ngerti pajak gimana Menteri Keuangan mengaminkan yang salah, Menteri terbaik dunia loh,” paparnya.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber:

[ad_2]

Source link