DepokBagus.com
Politik

Sekda Hardiono Bermanuver Padahal Masih ASN, Wali Kota Depok : Silakan Ajukan Pensiun Dini

DEPOK- Manufer Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok yang berencana maju sebagai bakal calon Wali Kota Depok mendapatkan sorotan dari Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Bahkan setelah Sekda Hardiono mengumumkan pencalonan lewat media online, Idris mengaku langsung menanyakan ke BKN Kanreg III yang menyatakan bahwa tidak boleh ASN yang mencalonkan diri di pilkada hanya dengan MPP dan cuti, melainkan harus pensiun dini.

“Silahkan ajukan pensiun dini, biar saya menunjuk Plt sehingga bisa membantu tugas-tugas saya. Saya kan banyak kepentingan melaksanakan kegiatan sampai 2021, kalau wakil dan sekda saya belusukan sana-sini, susah enggak ada yang bantuin saya,” ujarnya.

Selain itu Idris mempersilakan Sekda Hardiono maju. Namun semua punya mekanisme yang harus dilakukan apalagi jabatan Sekda adalah ASN.

“Kompetisi silahkan, tapi jangan melakukan downgrade karena sekda masih dalam kendali saya. Silahkan permisi kepada saya dia mau mencalonkan, kalau mau mencalonkan ada etika sebagi ASN, etika ASN itu bisa cuti, MPP dan pensiun dini kalu ke politik,” ujar Idris.

Ditegaskannya, jika yang bersangkutan membawa dan mengatasnamakan jabatan dalam belusukannya, Idris berjanji akan menegurnya.

“Kami akan tegur, tidak boleh. Kami perlu bukti-bukti juga, dengan foto dan lainnya, apakah menggunakan fasilitas milik pemda yang bukan pada tempatnya. Jika mau mencalonkan bicara dulu, saya sebagai atasannya dan itu etikanya, enggak melanggar tapi itu etika, sopan santun lah,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Depok asal Fraksi PDIP tidak mempermasalahkan terkait pencalonan Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono yang berencana maju sebagai Wali Kota Depok.

“Menurut saya sah-sah saja. Sebagai warga negara tentunya memiliki hak untuk mencalonkan dan dicalonkan, “ujar Hendrik Tangke Alo saat dikonfirmasi. Rabu (9/10/2019).

Mantan ketua DPRD ini juga mengungkapkan dalam proses tersebut ada aturan PKPU yang harus ditaati terkait dengan status sebagai ASN.

” Jadi mundur itu kalau sudah resmi mendaftar ke kpu sebagai calon. Jadi nggak ada masalah, “ujarnya.

Related posts