DepokBagus.com
Ragam Depok

Ternyata Ada Warga Terdampak Pembangunan UIII Yang Diganti Rugi Hanya Rp 17 Juta

DEPOK – Ganti rugi lahan warga terdampak pembangunan Kampus UIII ternyata masih menyisakan cerita yang memilukan. Pasalnya seorang warga penggarap Anselmous (52) hanya mendapatkan ganti rugi senilai Rp 17 Juta padahal luas tanah 1800 meter.

Salah satu Warga yang juga ketua RT, Sarjana mengatakan bahwa ganti rugi yang diberikan pemerintah kepada warga atas nama Anselmous sangat tidak adil dan zalim.

“Saya menilai ini sangat tidak adil dan sangat zalim dan saya katakan ini adalah korban dari perpres no 62 tahun 2012. Pak Anselmous adalah korban dia tidak berdaya dan hanya bisa mengeluh kepada kami sebagian rekan-rekannya, “ujarnya saat dikonfirmasi sejumlah awak media. Rabu (6/11 /2019).

Dijelaskan Sarjana seharusnya hak yang didapatkan oleh Anselmous senilai Rp 450 juta. Sebab lahan garapan jika dijual senilai Rp 250.000 permeter.

” Hitungan saya hampir Rp 450.000.000 itu belum dihitung bangunan dan pohon. Tapi itulah kezaliman, pak Anselmous hanya diganti Rp 17 juta, “ujarnya.

Sarjana juga membeberkan bahwa para warga sebenarnya menginginkan agar direlokasi dan bahkan hal tersebut disampaikan waktu pertemuan di Kantor Komnas Ham bersamaan Kementerian Agama.

” Nah pada saat itu Kementrian hanya bilang mau bayar. Padahal dalam perpres jelas menyebutkan ada opsi relokasi dan itu tidak dijalankan oleh pemerintah, “tandasnya.

Selain itu ia juga menyoroti surat SP3 yang diberikan oleh SatpolPP Kota Depok yang dinilai salah alamat.

” Saya katakan salah alamat. Masa tanah yang lain dan itu belum di Appraisal juga akan ditertibkan, kan aneh. Kan seharusnya yang ditertibkan itu kan bangunan warga yang totalnya 21 dan telah menerima uang, itu yang digusur. Tapi dalam surat itu tercantum juga nama yang lain dan jumlahnya ada 138, “katanya.

Namun meski demikian pihaknya akan tetap melihat langsung dilokasi. Jika penertiban termasuk tanah yang belum diapraisal maka pihaknya akan melawan.

” Lihat saja besok kami siap, apapun kondisinya kalau penertiban lebih dari ketetapan. Kami akan stand bay besok dilapangan dan kami akan lawan,”tuturnya.